Berita Viral Terbaru

Berita Viral Terkini Di Indonesia

Usai Puas Setubuhi Paksa Mama Muda di Lahan Kosong, Pelaku Diamuk Massa



TRIBUNCIREBON.COM- Seorang pria beranama, Adruna tega paksa Mama muda beranama Sri Wahyuni berhubungan badan di lahan kosong.

Pelaku berhubungan badan dengan Sri hanya berlangsung lima menit saja.

Korban diajak berjalan kaki sejauh 500 meter dari pertemuan pertama dan pelaku memilih lahan kosong di Dusun Bennu Desa Bullaan untuk melampiaskan nafsu bejatnya.

Kasubag Humas Polres Sumenep AKP Widiarti menyampaikan kronologi pemerkosaan korban Sri Wahyuni, warga satu desa dengan pelaku tersebut dan hanya beda dusun yang status korban adalah istri orang yang diperkosa.

Sebelum diperkosa kata Widiarti, Sri Wahyuni dihubungi melalui via telepon oleh pelaku agar menemui di lahan kosong.

Sri Wahyuni ini sempat menolak ajakan pelaku, namun karena dari dalam telepon pelaku bernada ancaman akan membunuhnya, akhirnya korban menuruti kemauan pelaku.

"Korban diancam akan dibunuh bila tidak melayani kemauan pelaku waktu ditelpon sekitar pukul 18.30 WIB," kata Widiarti. Minggu (8/9/2019) dilansir dari Bangka Pos.

"Tangan korban dipegang dan disekap dan korban melakukan perlawanan dengan cara meronta. Namun korban kalah tenaga," katanya.

Dalam aksi pemerkosaan itu kata Widiarti, Sri Wahyuni dijatuhkan ke tanah dan mulut korban disekap dengan menggunakan tangan.

"Pemerkosaan terjadi, hubungan berlangsung sekitar lima menit," tutur Widiarti.

Setelah pelaku Adruna puas dengan melancarkan aksi bejatnya, pelaku dengan santai berdiri dan seperti tidak punya salah.

Karena nyawanya terancam kata Widiarti, korban Sri Wahyuni akhirnya keluar rumah sendirian untuk menuruti kemauan pelaku Adruna.

Namun, didepan rumahnya atau di teras sempat ditegur suaminya dan ditanya mau kemana.

"Saya diancam mau dibunuh kalau tidak menemui Adruna di tegal milik Dulla," kata Widiarti menirukan pengakuan korban Sri Wahyuni, istri dari Moh Hamim.

Suaminya langsung membuntuti istrinya ini menuju tengah tegalan milik saudara Dulla, namun kata Widiarti Moh Hamim ditengah perjalanan kehilangan jejak dan langsung menelpon Kepala Dusun (Kadus) Manjingan berama Mohtar.

Tak hanya Kadusnya, namun iparnya juga bernama Subaidi untuk membantu mencarikan istrinya. Sayangnya kata Widiarti pencarian itu nihil.

"Sekitar 30 menit jalan kaki Sri Wahyuni tiba di tempat pertemuannya, benar pelaku sudah menunggu korban sambil memegang celurit tanpa sarung di tangan kanannya," paparnya.

Pelaku dihajar massa

Setelah pelaku Adruna puas dengan melancarkan aksi bejatnya, pelaku dengan santai berdiri dan seperti tidak punya salah.

"Korban pulang dan menceritakan kejadian yang dialami pada suaminya," ujarnya.

Saat mendapat laporan dari istrinya tentang kejadian yang dilakukan pelaku di tengah tegalan, Moh Hamim menghubungi keluarga besarnya dan melaporkan pada kepala dusun setempat.

Pencarian terhadap pelaku dilakukan. Namun tidak ada di rumahnya. Tidak lama berselang ada kabar bahwa pelaku ada di rumah temannya yang masih satu desa.

Pelaku dijemput oleh keluarga besar korban dan dibawa ke rumah kepala Dusun Manjingan, Desa Bullaan.

"Saat diintrogasi oleh aparat desa setempat pelaku tidak mengakui perbuatannya, pasca itu terjadilah amuk massa. Pelaku mengalami luka robek di bagian kepala, lukanya kurang lebih lima sentimeter. Dan saat ini dirawat di RSUD Moh Anwar Sumenep," kata Widiarti.